Postingan

Prosa ( Pada akhirnya Yg Diperjuangkan Tetap Pergi )

Pada akhirnya, yang paling gigih diperjuangkan justru adalah yang paling dulu mengemasi diri untuk pergi. Tidak ada yang benar-benar siap untuk kehilangan. Kita hanya terbiasa berpura-pura kuat sebelum kenyataan datang seperti ombak yang tak pernah meminta izin untuk menghantam. Dan aku, seperti kebanyakan manusia yang lain, adalah seorang pengecut yang mahir menyembunyikan retak di balik senyum yang tampak utuh. Kau pernah menjadi alasan mengapa aku percaya bahwa dunia tidak selalu kejam. Bahwa di antara segala luka yang diwariskan oleh hari-hari, selalu ada satu pelabuhan yang membuat kita ingin pulang. Kau adalah jeda di tengah riuh, rumah di antara perantauan, dan doa yang tak pernah selesai kusebutkan dalam diam. Aku memperjuangkanmu dengan cara yang mungkin tidak selalu kau pahami. Dengan diam yang kupaksakan agar tidak menambah bebanmu, dengan ego yang kutelan meski rasanya pahit seperti obat yang tak pernah ingin diminum, dengan harapan yang kususun rapi meski sering kali kau a...

Prosa ( Cerita Kita Belum Usia )

Judul : Cerita kita belum usai. Ini Bukan hanya tentang aku dan kamu,tapi tentang hidup yang sejak awal tidak pernah benar-benar memberi jeda untuk bernapas dengan tenang. Aku lahir dari rumah yang tidak sempurna, seperti kebanyakan orang,Dindingnya berdiri, tapi sering kali terasa rapuh oleh suara-suara yang tak pernah benar-benar selesai. Aku adalah seorang anak yang tumbuh dengan banyak pertanyaan,dan tapi sedikit jawaban. Untuk selalu Belajar mengerti tanpa pernah benar-benar diajari, belajar untuk selalu kuat bahkan sebelum tahu bagaimana rasanya menjadi lemah. Sejak kecil, aku sudah akrab dengan kata kuat,mengerti dan mengalah. Tanpa ada yang bertanya apakah aku mampu. Aku hanya dituntut untuk bisa,Dan dari situlah semuanya dimulai, perjalanan panjang menjadi seseorang yang terlihat baik-baik saja, padahal diam-diam sedang runtuh perlahan. Aku tumbuh dengan mimpi-mimpi yang sederhana. ingin membuat bangga,ingin keluar dari keadaan, ingin menjadi seseorang yang tidak lagi dipandan...

Monolog ( Dilihat atau Hilang

Judul : Dilihat Atau Hilang Aku pernah berpikir bahwa menjadi ada itu sudah cukup,Cukup untuk dilihat,Cukup untuk dianggap,Dan Cukup untuk dicintai. Tapi ternyata,dunia tidak bekerja seperti itu. untuk sekadar terlihat kita harus berisik,Kita harus mencolok,Kita harus menjadi sesuatu yang bahkan bukan diri kita sendiri. Kita melakukan banyak hal,hal kecil,hal sepele,yang diam-diam kita harap akan diperhatikan oleh satu nama yang kita pilih,Satu orang yang bahkan mungkin tidak pernah benar-benar melihat. Aku pernah sengaja online lebih lama, berharap namaku muncul di layar mereka, Aku pernah mengulang-ulang kalimat sebelum mengirim pesan,berharap terdengar cukup menarik dan cukup berarti. Dan Aku pernah tertawa lebih keras dari seharusnya,hanya agar keberadaanku tidak tenggelam di antara yang lain. Dan yang paling menyedihkan adalah aku pernah menahan diri untuk tidak pergi,meskipun aku tahu aku tidak pernah benar-benar diminta untuk tetap tinggal. Kita semua pernah ada di titik itu, bu...

Monolog ( Rindu Yang Memilih Diam )

 Judul : Rindu Yang Memilih Diam Aku tidak pernah benar-benar belajar bagaimana cara merelakan sesuatu yang masih ingin aku peluk. Tidak ada buku panduannya Tidak ada guru yang mengajarkan bagaimana caranya berdamai dengan dua hal yang sama-sama hidup di dada. tanggung jawab dan cinta. Dan Aku hanya tahu, sejak hari itu, langkahku semakin jauh dari genggamanmu, rindu berubah menjadi sesuatu yang lebih sunyi dari sepi itu sendiri. Dulu aku kira rindu itu indentik dengan pertemuan,hanya ingin mendengar suara,walau hanya sederhana,ingin melihat senyum,yang selalu berhasil mengacaukan logikaku. Tapi sekarang,rindu menjadi sesuatu yang lebih kejam ternyata, Ia tidak lagi hanya meminta kehadiranmu saja, Tetapi ia juga menuntut pilihan. Dan aku adalah manusia paling pengecut ketika harus memilih di antara dua hal yang sama-sama aku perjuangkan. Aku masih ingat bagaimana kamu menatapku malam itu,Tidak ada amarah, Tidak juga memaksa,Kamu hanya diam,tapi diam yang terlalu berisik untuk ...

Monolog ( Janji Di Tengah Kehancuran )

 Judul : Janji Di tengah Kehancuran Aku tahu Akhir-akhir ini dunia terlalu berat untuk kamu tanggung sendirian. Seperti langit yang tiba-tiba runtuh tanpa peringatan, Seperti tanah yang selama ini kamu pijak, perlahan retak dan mengering. dan kamu tidak tahu lagi harus berdiri di mana. Aku tahu rasanya !!! Rasanya seperti kamu berteriak sekeras mungkin,tapi suara itu tidak pernah benar-benar keluar,tertahan di dada,Menjadi sesak, Menjadi luka yang tidak terlihat, tapi semua terasa nyata. Saat itu mungkin kamu berfikir, “Apakah ada yang akan tetap tinggal ketika aku benar-benar jatuh?” Aku tidak datang untuk menjanjikan bahwa semuanya akan baik-baik saja,mungkin memang tidak langsung membaik,Kadang dunia harus benar-benar runtuh terlebih dahulu,hingga tidak ada cara lain selain melewatinya. Tapi aku bisa menjanjikan satu hal. Aku akan tetap di sini. Bukan hanya saat kamu tertawa. Bukan hanya saat kamu terlihat kuat. Dan Bukan hanya saat kamu baik-baik saja. Aku akan tetap di sini,ke...

Dialog ( Di Antara Dua Hati)

Judul : Di Antara Dua Hati Ara :  Aku capek, tahu nggak? Bagas :  Capek kenapa? Ara :  Capek pura-pura biasa aja, padahal semuanya nggak pernah benar-benar biasa. Bagas : Kita udah sering bahas ini, kan Ra? Ara :  Iya aku tau,tapi setiap ini dibahas, rasanya malah semakin rumit. Bagas :  Atau mungkin, kita yang bikin rumit? Ara :  Kalau memang sesederhana itu aku pasti udah pergi dari dulu Bagas, Bagas :  Terus kenapa kamu nggak pergi? Ara :  (sedikit tertawa pahit) Kalau aku tahu caranya,aku nggak akan ada di sini sekarang. Bagas :  Aku nggak pernah minta kamu untuk tetap tinggal Ara :  Aku tahu.Bagas Bagas :  Aku juga nggak pernah janji apa-apa kan? Ara :  Aku juga tahu itu Bagas  Bagas :  Terus kenapa kamu masih di sini? Ara :  Karena aku bodoh. Bagas :  Jangan bilang gitu? Ara :  Terus harus bilang apa?Bilang, Kalau aku pintar, aku pasti tahu batas. Kalau aku waras, aku pasti sudah berhenti.Gitu Mak...

Monolog ( Aku Gagal Membahagiakan mu)

Judul : Aku Gagal Membahagiakanmu  Aku pernah percaya,bahwa mencintai kamu aja sudah cukup. Bahwa kehadiranku yang sederhana, yang gak sempurna,akan mampu menjadi rumah bagi segala lelahmu. Tapi ternyata aku salah. Aku kira bahagia itu juga sederhana, seperti menggenggam tanganmu lebih erat, menatap matamu lebih lama, atau mengucapkan“aku cinta kamu,atau aku sayang kamu” dengan suara yang paling jujur yang aku punya itu udah cukup. Tapi ternyata,bahagia bukan tentang seberapa dalam aku mencintaimu, Melainkan seberapa tepat aku memperlakukan kamu dengan baik Dan di situlah aku merasa kalah. Aku gagal membahagiakanmu gagal membaca diam yang kamu sembunyikan di balik senyummu. Gagal mengerti bahwa tawamu bukan selalu tanda kamu baik-baik aja. Gagal menyadari bahwa di saat aku sudah memberikan segalanya, justru di saat itu kamu merasa kehilangan semuanya. Aku terlalu sibuk menjadi versi terbaik menurut aku sendiri, hingga lupa bertanya, Versi seperti apa yang kamu butuhkan? Lucu ya, ak...