Prosa ( Pada akhirnya Yg Diperjuangkan Tetap Pergi )
Pada akhirnya, yang paling gigih diperjuangkan justru adalah yang paling dulu mengemasi diri untuk pergi. Tidak ada yang benar-benar siap untuk kehilangan. Kita hanya terbiasa berpura-pura kuat sebelum kenyataan datang seperti ombak yang tak pernah meminta izin untuk menghantam. Dan aku, seperti kebanyakan manusia yang lain, adalah seorang pengecut yang mahir menyembunyikan retak di balik senyum yang tampak utuh. Kau pernah menjadi alasan mengapa aku percaya bahwa dunia tidak selalu kejam. Bahwa di antara segala luka yang diwariskan oleh hari-hari, selalu ada satu pelabuhan yang membuat kita ingin pulang. Kau adalah jeda di tengah riuh, rumah di antara perantauan, dan doa yang tak pernah selesai kusebutkan dalam diam. Aku memperjuangkanmu dengan cara yang mungkin tidak selalu kau pahami. Dengan diam yang kupaksakan agar tidak menambah bebanmu, dengan ego yang kutelan meski rasanya pahit seperti obat yang tak pernah ingin diminum, dengan harapan yang kususun rapi meski sering kali kau a...