Monolog ( Janji Di Tengah Kehancuran )

 Judul : Janji Di tengah Kehancuran


Aku tahu Akhir-akhir ini dunia terlalu berat untuk kamu tanggung sendirian.

Seperti langit yang tiba-tiba runtuh tanpa peringatan,
Seperti tanah yang selama ini kamu pijak, perlahan retak dan mengering.
dan kamu tidak tahu lagi harus berdiri di mana.

Aku tahu rasanya !!!

Rasanya seperti kamu berteriak sekeras mungkin,tapi suara itu tidak pernah benar-benar keluar,tertahan di dada,Menjadi sesak,
Menjadi luka yang tidak terlihat, tapi semua terasa nyata.

Saat itu mungkin kamu berfikir,
“Apakah ada yang akan tetap tinggal ketika aku benar-benar jatuh?”

Aku tidak datang untuk menjanjikan bahwa semuanya akan baik-baik saja,mungkin memang tidak langsung membaik,Kadang dunia harus benar-benar runtuh terlebih dahulu,hingga tidak ada cara lain selain melewatinya.

Tapi aku bisa menjanjikan satu hal.

Aku akan tetap di sini.

Bukan hanya saat kamu tertawa.
Bukan hanya saat kamu terlihat kuat.
Dan Bukan hanya saat kamu baik-baik saja.

Aku akan tetap di sini,ketika kamu merasa kamu tidak layak ditemani.

Kamu tahu apa yang paling menyakitkan?

Yang paling menyakitkan Bukan saat dunia kamu runtuh dan hancur,Tetapi saat kamu merasa berpura-pura bahwa semuanya masih utuh dan baik baik aja.

Saat kamu tersenyum,padahal di dalam, semuanya sudah hancur berantakan.

Dan orang-orang berkata,
“Kamu pasti kuat kok.”

Padahal kamu hanya sedang bertahan dari badai yang begitu besar diluar sana,
Bukan karena kamu kuat,Tapi karena tidak ada pilihan lain.

Aku melihat itu! Aku melihat bagaimana kamu menahan air mata di tempat-tempat yang tidak memberi ruang untuk kamu menangis.

Aku melihat bagaimana kamu bilang

“aku baik baik aja”padahal kamu berharap seseorang berkata,“nggak apa-apa bertahan sedikit lagi ya,pasti kamu bisa hadapi semua ini”

Dan sekarang,aku di sini untuk mengatakan itu

Nggak apa-apa kalau kamu lelah.

Nggak apa-apa kalau kamu ingin berhenti sebentar.
Nggak apa-apa kalau kamu merasa semuanya terlalu berat.

Dan kalau kamu saat ini sedang jatuh,

Aku tidak akan menyuruhmu cepat berdiri.

Aku tidak akan bilang “ayo, kamu pasti bisa.”

Tetapi Aku akan duduk di samping kamu,

Diam kalau kamu butuh diam.
Mendengarkan kalau kamu ingin bicara.
Menangis bersamamu kalau itu yang kamu inginkan.

Karena menemani bukan soal memperbaiki semuanya,Tapi tentang tetap ADA,saat semuanya tidak bisa diperbaiki.

Kamu mungkin berpikir,
“Kenapa kamu mau bertahan sama aku? Kenapa kamu tidak nggak pergi aja?”

Jawabnya sederhana,

Karena aku tahu bagaimana rasanya ditinggalkan,Aku tahu bagaimana rasanya ketika kamu sedang di titik terendah,

justru di saat itu aku tau, orang-orang satu per satu pergi menjauh meninggalkanmu.

Bukan karena mereka jahat.
Kadang mereka hanya tidak tahu harus bagaimana mereka bersikap,

Tapi tetap aja aku tau,Itu rasanya seperti kehilangan dua kali.

Yang pertama Kehilangan diri kamu sendiri,
Yang kedua kehilangan mereka yang kamu harapkan tetap tinggal disini.

Aku tidak ingin kamu merasakan itu sendirian lagi.

Kalau suatu hari nanti,semua yang kamu bangun itu mulai runtuh

Impian kamu,
Kepercayaan kamu,
Harapankamu,

Dan di saat itu kamu merasa tidak punya apa-apa lagi,

Ingat ini ya...

Kamu masih punya seseorang yang tidak akan pernah pergi,

Yaitu Aku.

Bukan sebagai pahlawan.
Bukan sebagai penyelamat.

Tapi sebagai seseorang yang memilih untuk tetap tinggal, menemanimu di ujung kehancuran.

Aku tidak akan selalu ada kata-kata yang tepat untuk menenangkanmu,Aku tidak selalu punya solusi yang cepat untuk membantumu,

Kadang aku juga akan bingung.
Kadang aku juga akan diam terlalu lama.

Tapi diamku bukan karena aku menyerah.
Tapi Diamku adalah cara aku tetap ada untuk kamu 

Karena aku tahu,tidak semua luka butuh kata-kata.

Dan Beberapa luka hanya butuh ditemani.

Dan kalau suatu hari kamu ingin marah,
marahlah,luapkan segala emosimu karena kamu menyalahkan diri kamu sendiri.

Kalau kamu ingin menangis,
menangislah,sampai kamu mengerti betapa berharganya air mata yang kamu keluarkan.

Dan Kalau kamu ingin berkata bahwa semuanya tidak adil,
katakan.

Aku tidak akan menyuruhmu jadi kuat.
Aku tidak akan memaksamu terlihat baik-baik aja.

Karena aku tau manusia tidak harus selalu terlihat kuat.

Kamu harus jujur pada dirimu sendiri.


Aku tahu,Dunia ini sering mengajarkan kita untuk bertahan sendirian.
Mengajarkan kita Untuk tidak merepotkan orang lain.
Dan mengajarkan kita Untuk menyembunyikan rasa sakit yang kita rasa.

Tapi aku tidak ingin kamu hidup seperti itu,

Aku ingin kamu tahu,bahwa kamu boleh bersandar,Boleh lemah,Boleh juga jatuh.

Dan kamu tidak akan sendirian saat itu terjadi.

Aku akan selalu menemani kamu,Bahkan saat kamu tidak bisa mencintai diri kamu sendiri.

Bahkan saat kamu merasa kamu tidak pantas dicintai,Aku akan tetap di sini.

Bukan karena kamu sempurna.

Karena di setiap retakan itu,ada cerita yang layak untuk didengarkan.

Kalau suatu hari kamu lupa siapa diri kamu
aku janji akan selalu mengingatkanmu.

Bukan dengan kata-kata besar,Tapi dengan hal-hal kecil.seperti

Dengan tetap tinggal.
Dengan tidak pergi.
Dan Dengan tidak menyerah pada kamu.


kalau suatu hari nanti,Duniamu benar-benar runtuh,

Bukan hanya retak.
Bukan hanya goyah.

Tapi benar-benar hancur,

Aku akan selalu ada di sana.

Di antara puing-puing itu,Di tengah kekacauan itu.

Bukan untuk memaksamu bangkit.

Tapi untuk berkata:

“Kita bangun pelan-pelan. Sama-sama ya.”

Karena kamu tidak harus memperbaiki semuanya sendirian,

Kamu juga tidak harus menjadi kuat sendirian,

Kamu tidak harus menghadapi dunia juga sendirian.

Selama aku masih di sini,aku pastikan kamu tidak sendiri.


Jadi kalau hari hari kamu terasa terlalu sunyi,
dan kamu merasa tidak ada yang mengerti kamu ?

Ingat satu hal.

Ada seseorang,yang memilih untuk tetap tinggal.

Yang tidak takut melihat kamu hancur.
Yang tidak akan pergi saat kamu jatuh.

Aku akan selalu menemanimu.

Sampai badai itu reda.
Sampai kamu bisa berdiri lagi.
Sampai kamu menemukan kembali dirimu.

Dan bahkan setelah itu,Aku tetap di sini bersamamu.

Karena menemani kamu,

bukan sesuatu yang akan aku hentikan
hanya karena dunia sudah kembali utuh.


Cerita Kita Belum Usai,di saat perjalanan hidup sedang hancur pada tahun 2019,saat itu baru menyadari bawah ada seseorang yang selalu ada untuk kita dalam kondisi apapun.

Tanggamus,01 April 2026,M.kiko Atmaja


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gema Takbir tanpa ayah dan ibu

Monolog ( Belum Siap Melepaskan Kita )

Monolog ( Diantara Luka Dan Tak Beranjak )