Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Monolog ( Aku Gagal Membahagiakan mu)

Judul : Aku Gagal Membahagiakanmu  Aku pernah percaya,bahwa mencintai kamu aja sudah cukup. Bahwa kehadiranku yang sederhana, yang gak sempurna,akan mampu menjadi rumah bagi segala lelahmu. Tapi ternyata aku salah. Aku kira bahagia itu juga sederhana, seperti menggenggam tanganmu lebih erat, menatap matamu lebih lama, atau mengucapkan“aku cinta kamu,atau aku sayang kamu” dengan suara yang paling jujur yang aku punya itu udah cukup. Tapi ternyata,bahagia bukan tentang seberapa dalam aku mencintaimu, Melainkan seberapa tepat aku memperlakukan kamu dengan baik Dan di situlah aku merasa kalah. Aku gagal membahagiakanmu gagal membaca diam yang kamu sembunyikan di balik senyummu. Gagal mengerti bahwa tawamu bukan selalu tanda kamu baik-baik aja. Gagal menyadari bahwa di saat aku sudah memberikan segalanya, justru di saat itu kamu merasa kehilangan semuanya. Aku terlalu sibuk menjadi versi terbaik menurut aku sendiri, hingga lupa bertanya, Versi seperti apa yang kamu butuhkan? Lucu ya, ak...

Podcast Monolog Eps2 "Ternyata Setelah Putus Capek Juga ya"

Judul : Ternyata Setelah Putus, Capek Juga Ya Halo semuanya Apa kabar kamu hari ini? Semoga… lebih baik dari kemarin ya Dan kalau hari ini belum baik baik aja,nggak apa-apa. Kita pelan-pelan aja ya pulihnya. Di episode Cerita Kita Belum Usai kali ini, aku pengen ngobrol bareng kalian semua,lebih tepatnya, cerita tentang satu hal yang sering banget, kita kira bakal bikin lega,tapi ternyata nggak sesimpel itu. Putus. Kita sering mikir, “Kalau udah putus, ya udah. Selesai.bisa Bebas,Tapi kenyataannya justru setelah itu, capeknya baru mulai kerasa. Dan mungkin kamu yang lagi ada di fase itu sekarang.kayanya episode podcast kali ini tepat sasaran deh, So aku ga mau panjang di perolog,jadi langsung kita mulaikan aja ya,kembali dengen suara sederhana ini dipodcast Cerita Kita Belum Usai bersama aku M.kiko Atmaja Selamat mendengarkan. Bener ga sih,Waktu kita masih di hubungan yang nggak sehat, atau yang udah nggak bahagia, kita sering banget bilang ke diri sendiri kaya... “Aku cuma butuh seles...

Podcast Monolog ( Pasti Capek Ya Jadi Kamu )

 Judul : Pasti Cape Ya Jadi Kamu Pasti cape ya,jadi kamu. Aku nggak tahu persis seperti apa hari hari kamu. Aku juga  nggak pernah berdiri di sepatu kamu, Aku juga gak ngerasain hal berat yang kamu pikul. Tapi entah kenapa,aku merasa perlu bilang ini ke kamu, malam ini, Lewat podcast ini, lewat suara sederhana ini,yang mungkin menghubungkan aku sama kamu walaupun hanya via suara. Dan... Kamu tahu aku buat ini husus untuk kamu yang lagi dengarkan ini, Halo semunya kembali lagi dengan suara ini suara sederhana yang selalu menemani malam kalian, Kenapa Belum Tidur? Hari ini berat banget ya ? Bertahan ya...Sebentar lagi.Kamu udah sejauh ini,aku tau malem kaya gini adalah malam yang membuat kita selalu overthinking dengan banyak hal yang kita fikirin, Tapi aku ga mau panjang di prolog,jadi udah siap untuk mendengarkan? Langsung aja kita mulaikan,Happy Listening  Bersama aku M.kiko Atmaja di podcast cerita kita belum usai. Pasti cape ya jadi kamu. Bangun pagi dengan kepala yang...

Monolog ( Pengkhianat Di Ujung Doa )

 Judul: Pengkhianatan di Ujung Doa. Aku pernah percaya bahwa cinta yang diselipkan dalam doa, akan dijaga langsung oleh langit. Dan Aku pernah yakin itu. setiap nama yang kusebut dalam sujudku, akan menjadi takdir yang tak mungkin salah arah. Dan namamu adalah yang paling sering kusebut, bukan hanya saat aku rindu, tapi saat aku takut kehilangan kamu  bahkan sebelum kehilangan itu datang. Aku ini sederhana,aku tidak pernah meminta kamu sempurna. Aku hanya meminta kamu tetap tinggal disini, Diruang sepi yang pernah di tinggalkan sama kisah masa lalu. Dan aku berharap kamu Tetap memilihku,meskipun dunia menawarkan banyak hal yang lebih indah dari aku. Tapi ternyata,yang sederhana itu justru yang paling sulit kamu lakukan.hehe Setiap malam aku berdoa, “Ya Tuhan, jaga dia untukku.” Lucu ya, aku meminta Tuhan menjagamu, sementara kamu diam-diam melepaskan diri kamu dari genggaman aku. Aku menguatkan hubungan ini dengan doa, sementara kamu menghancurkannya dengan pilihan. Aku menjag...

Monolog Broken home ( Ramai Yang Sunyi )

Judul : Ramai Yang Sunyi Rumah ini. nggak pernah benar-benar sepi. Selalu ada suara.Suara piring yang beradu,suara televisi yang menyala tanpa benar-benar ditonton,Dan suara langkah kaki yang lalu-lalang tanpa tujuan. Tapi aneh ya di tengah semua keramaian itu, aku justru merasa kosong,Seperti ada ruang di dalam dada yang nggak pernah terisi,meskipun orang-orang terus ada di sekitar. Aku hidup di rumah yang utuh secara bentuk, tapi retak secara rasa. Semua orang ada, tapi nggak pernah benar-benar hadir. Kami makan di meja yang sama, tapi nggak pernah benar-benar berbicara. Kami tertawa,tapi rasanya seperti formalitas. Seolah-olah kami hanya sekadar tinggal bersama, Tapi bukan hidup bersama. Aku sering bertanya kapan terakhir kali rumah ini terasa seperti rumah? Tempat pulang yang hangat, tempat di mana aku bisa cerita tanpa takut diabaikan, tempat di mana pelukan bukan sesuatu yang langka. Karena sekarang rumah ini lebih mirip tempat singgah, tempat di mana aku tidur, lalu bangun denga...

Monolog ( Pelan_Pelan pulang dari ilusi )

Judul: Pelan_Pelan Pulang Dari Ilusi Aku pernah berpikir, kalau semua yang aku rasakan itu nyata. Kalau semua perhatian itu tulus. Kalau semua kata-kata itu berarti. Dan yang paling bodoh, aku pikir kamu juga merasakan hal yang sama. Awalnya sederhana. Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh waktu, Dengan obrolan yang tidak sengaja. Tidak ada rencana. Tidak ada niat. Tapi entah kenapa semua terasa begitu cepat. Kamu hadir dengan cara yang tidak pernah aku duga. Kamu mendengarkan. Kamu mengerti. Kamu ada di saat aku butuh seseorang. Dan dari situ aku mulai jatuh. Pelan-pelan tanpa sadar. Aku mulai menunggu pesanmu. Mulai menghafal caramu bicara. Mulai merasa kamu adalah sesuatu yang penting. Sesuatu yang tidak ingin aku kehilangan. Dan dari semua itu aku mulai membangun harapan. Harapan yang tidak pernah kamu janjikan. Aku mengartikan perhatianmu sebagai cinta. Aku menganggap kehadiranmu sebagai kepastian. Padahal aku hanya membaca sesuatu yang tidak pernah kamu tulis. Sampai ...

Monolog ( Belum Siap Melepaskan Kita )

Judul : Belum Siap Melepaskan Kita yang paling menyakitkan itu bukan saat kita bertengkar. Bukan juga saat kata-kata tajam keluar tanpa kita pikir panjang. Tapi saat semuanya mulai terasa dingin. Saat kamu masih ada, tapi rasanya sudah jauh. Dingin,Sampai samapi aku Tidak tau bagai mana cara menghangatkannya Kembali Aku nggak tahu sejak kapan semuanya berubah. Dulu, hal-hal kecil dari kamu bisa bikin aku senyum seharian. Tapi Sekarang,bahkan pesan singkat pun terasa seperti kewajiban. Apa kita terlalu lelah? Atau, kita terlalu lama mengabaikan hal-hal yang seharusnya kita jaga? Aku di sini bukan mau menyalahkan kamu. Dan jujur aku juga nggak mau sepenuhnya menyalahkan diri aku sendiri. Karena hubungan itu bukan tentang siapa yang salah. Tetapi tentang apakah kita masih mau bertahan, atau memilih menyerah. Aku tahu belakangan ini kita sering salah paham. Kamu merasa aku berubah. Sedangkan Aku merasa kamu menjauh. Dan tanpa kita sadari kita mulai saling menjaga jarak. Bukan karena nggak ...

Monolog ( Diantara Luka Dan Tak Beranjak )

Judul : Diantara Luka Dan Tak Beranjak Malam selalu punya cara yang aneh untuk membuat luka terasa lebih jujur. Sedangkan Di siang hari, aku masih bisa berpura-pura. Tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Menjawab pertanyaan orang-orang dengan kata “aku baik-baik saja,” seolah itu adalah kebenaran. Padahal,aku hanya sedang menunda Tidak  runtuh. Dan malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, aku kembali duduk sendirian, ditemani sunyi yang terlalu berisik di kepala. Aku masih di sini,Di titik yang sama. Bertahan, dalam luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Dan anehnya, pergi pun aku Tidak pernah bisa. Aku sering bertanya pada diriku sendiri— Kenapa aku masih bertahan? Padahal jelas.yang aku perjuangkan tidak pernah benar-benar memperjuangkanku kembali. Aku seperti seseorang yang berdiri di tengah hujan, berharap langit tiba-tiba mengerti, lalu berhenti menurunkan luka. Padahal hujan tidak pernah salah. Yang salah,mungkin aku. Aku Yang terlalu lama menunggu reda, tanpa pernah...

Dari laki laki yang hampir menyerah dari bayangan semu

Judul : Belajar Sembuh dari Cinta yang Tidak Pernah Ada. Aku pernah berpikir, kalau semua yang aku rasakan itu adalah nyata. Kalau semua perhatian itu adalah tulus. Kalau semua kata-kata itu adalah berarti. Dan yang paling bodoh dalam hidup aku adalah, aku percaya dan aku berpikir, kamu juga merasakan hal yang sama. Awalnya sederhana,Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh waktu, dan obrolan yang tidak kita sengaja. Tidak ada rencana,Tidak ada niat. Tapi entah kenapa,semua terasa begitu cepat. Kamu hadir,dengan cara yang tidak pernah aku duga. Kamu mendengarkan. Kamu mengerti. Dan Kamu selalu ada di saat aku butuh seseorang. Dan dari situ aku mulai jatuh kepadmu, Pelan-pelan, tanpa sadar. Aku mulai menunggu pesan darimu walau hanya pesan sederhana, Mulai menghafal cara kamu bicara. Mulai merasa,kamu adalah sesuatu yang penting dalam hidup aku. Sesuatu yang tidak ingin, aku merasa kehilanganmu. Hey...Kamu tau dari semua itu, aku mulai membangun harapan. Harapan yang tidak pern...

Dari Lak-Laki Yang hampir menyerah dari bayangan semu

Judul : Aku yang Hanya Jadi Tempat Sepimu Kadang aku bertanya? Aku ini siapa sebenarnya di hidup kamu? Apa hanya Sekadar sebuah nama di layar? Atau hanya tempat singgah,saat kamu merasa sendiri? Karena yang aku rasa, semakin lama aku di sini, semakin aku sadar bahwa, aku tidak pernah benar-benar kamu miliki, dan kamu, tidak pernah benar-benar ingin memiliki aku. Aku masih ingat awal kita ketemu. Sederhana,Hanya sebuah obrolan ringan,di ruang obrolan aplikasi yang sederhana, Dan di dunia yang bahkan Tidak mempertemukan mata kita. Kamu datang dengan cara yang begitu biasa, tapi entah kenapa, kamu tinggal, dengan cara yang luar biasa. Hari-hari kita dipenuhi tawa. Pesan-pesan panjang yang tidak pernah habis. Dan aku! mulai merasa akhirnya aku menemukan seseorang yang mengerti aku. Padahal yang aku temukan hanyalah seseorang yang sedang dalam kesepian. Kamu bilang aku nyaman. Kamu bilang aku berbeda. Kamu bilang aku rumah. Dan bodohnya aku,aku percaya itu. Aku percaya,kalau suatu hari nant...

Gema Takbir tanpa ayah dan ibu

 Opening Drama Religi  Suara takbir “Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…” *Narator* Setiap tahun,saat bulan suci berakhir jutaan orang menempuh perjalanan panjang. Mereka pulang ke tempat yang selalu mereka rindukan. Yaitu Tempat bernama *rumah*. Tempat di mana ada ibu yang menunggu pulang, Ayah yang menyambut kedatangan.dan keluarga yang siap memeluk dengan penuh kehangatan rindu rindu. *Amir (pelan)* Ibu maaf ya, tahun ini Air belum bisa pulang Bu. *Narator* Amir adalah pemeran utama dalam cerita ini penuh akan kerinduan pulang kekampung halaman  *Hasan* Tiketnya sudah habis pekerjaan belum selesai, dan jarak terasa semakin jauh. *Narator* Hasan adalah sahabat Amir yang berjuang di tanah Perantawan. *Ibu fatimah* Ibu cuma pengen Amir pulang dan bisa berkumpul di hari raya bareng ibu sama bapak. *Narator* Ibu Fatimah adalah ibu Amir yang penuh kelembutan dan penuh kasih sayang kepada amir *Pak Hadi* Biarkan saja Amir kan anak laki laki ia berhak menanggung tanggung...