Dari Lak-Laki Yang hampir menyerah dari bayangan semu
Judul : Aku yang Hanya Jadi Tempat Sepimu
Kadang aku bertanya?
Aku ini siapa sebenarnya di hidup kamu?
Apa hanya Sekadar sebuah nama di layar?
Atau hanya tempat singgah,saat kamu merasa sendiri?
Karena yang aku rasa, semakin lama aku di sini, semakin aku sadar bahwa,
aku tidak pernah benar-benar kamu miliki,
dan kamu, tidak pernah benar-benar ingin memiliki aku.
Aku masih ingat awal kita ketemu.
Sederhana,Hanya sebuah obrolan ringan,di ruang obrolan aplikasi yang sederhana,
Dan di dunia yang bahkan Tidak mempertemukan mata kita.
Kamu datang dengan cara yang begitu biasa,
tapi entah kenapa,
kamu tinggal, dengan cara yang luar biasa.
Hari-hari kita dipenuhi tawa.
Pesan-pesan panjang yang tidak pernah habis.
Dan aku! mulai merasa
akhirnya aku menemukan seseorang yang mengerti aku.
Padahal yang aku temukan hanyalah seseorang
yang sedang dalam kesepian.
Kamu bilang aku nyaman.
Kamu bilang aku berbeda.
Kamu bilang aku rumah.
Dan bodohnya aku,aku percaya itu.
Aku percaya,kalau suatu hari nanti,
kita akan jadi nyata.
Tapi aku lupa satu hal,
Kenyamanan tidak selalu berarti cinta bukan?
Dan kamu tidak pernah benar-benar jatuh cinta kepadaku.
Aku mulai menyadari semuanya,
dari hal-hal kecil yang dulu aku abaikan.
Kamu datang saat langit berubah menjadi gelap
Saat dunia yang kamu rasakan terasa sepi.
Saat tidak ada siapa-siapa dalam hidupmu.
Tapi saat langit berubah menjadi cerah dan berwarna,
aku seperti tidak pernah ada dalam hidupmu,kamu merasa asik dengan duniamu yang begitu berisik saat dunia mulai menunjukan warnanya.
Pesanku kamu baca lama,
Dan Balasanmu..., itu seadanya.
Dan anehnya,aku tetap menunggu.
Kamu bayangkan,ada seseorang yang menunggumu,
Menunggu Seseorang yang hanya mengingatnya saat dia lupa dunia.
Dan Aku bertahan,
di hubungan yang bahkan
tidak pernah benar-benar dimulai.
Aku tahu,aku hanya tempat singgah buat kamu.
Tempat kamu bercerita,
Tempat kamu melupakan seseorang
yang tidak bisa kamu miliki,
Aku tahu,aku hanya bayangan semu,
Hanya Bayangan yang kamu cari
saat cahaya di hidupmu menghilang.
Tapi kenapa aku tetap bertahan?jawabnya sederhana,
Karena aku sudah terlalu dalam.
Aku sudah terlalu terbiasa dengan segala tentang kamu.
Dengan suaramu,
dengan pesanmu,
dengan perhatian kecil yang kamu beri
lalu kamu ambil kembali.
Aku mencintai kamu
di tempat yang bahkan tidak punya kepastian.
Aku memperjuangkan kamu,
yang bahkan tidak pernah memperjuangkan aku.
Aku tahu ini salah.
Aku tahu ini menyakitkan.
Aku tahu aku hanya pilihan kedua,
atau bahkan,jangan jangan aku tidak ada di daftar pilihan,.
Tapi pergi,ternyata tidak semudah itu.
Karena setiap kali aku ingin menjauh,
kamu datang lagi.
Dengan kata-kata manis yang sama.
Dengan perhatian yang cukup untuk membuatku bertahan,
tapi tidak cukup untuk membuatku bahagia.
Dan aku, yaaa jatuh lagi.
Berulang kali.Di luka yang sama.
Kadang aku iri,dengan orang yang benar-benar kamu cintai.
Dengan seseorang yang selalu kamu tunggu.
Dengan Orang yang selalu kamu ceritakan kepadaku,
tanpa kamu sadar.
Karena dari caramu bercerita,
aku tahu,Aku bukan dia.
Dan aku tidak akan pernah bisa jadi dia.
Aku hanya tempat kamu bersembunyi.
Dari perasaan yang belum selesai.
Dan Aku ternyata aku hanya jeda,bukan sebuah tujuan.
Aku capek,Capek jadi kuat.
Capek pura-pura tidak apa-apa.
Capek menahan perasaan yang tidak pernah kamu hargai.
Aku ingin pergi,
tapi hatiku tidak mau.
Aku ingin berhenti,
tapi kenangan kita terlalu banyak.
Aku ingin melupakan,
tapi kamu selalu punya cara untuk kembali.
Kamu tahu yang paling menyakitkan apa?
Bukan karena kamu tidak mencintaiku,
Tapi karena kamu membuatku merasa dicintai,
padahal sebenarnya tidak.
Itu yang membuatku hancur perlahan.
Bukan sekali.
Tapi setiap hari.
Aku jadi terbiasa,
menerima setengah hati.
Menerima perhatian yang tidak utuh.
Menerima cinta yang tidak pernah benar-benar ada.
Dan sekarang aku sadar,
Aku bukan bertahan karena kamu.
Aku bertahan karena aku takut kehilangan,
sesuatu yang bahkan tidak pernah aku miliki.
Lucu ya,Aku menangisi hubungan
yang tidak pernah ada statusnya.
Aku memperjuangkan seseorang
yang tidak pernah menganggapku penting.
Kalau suatu hari nanti aku benar-benar pergi.
itu bukan karena aku tidak mencintaimu lagi.
Tapi karena aku akhirnya sadar,
Aku pantas dicintai.
bukan hanya dibutuhkan saat kamu kesepian.
Dan kalau nanti kamu mencariku,
aku harap kamu ingat satu hal,
Aku pernah ada.
Aku pernah tulus.
Dan aku pernah mencintaimu,
lebih dari yang seharusnya.
Aku yang hanya jadi tempat sepi kamu.
sekarang ,aku belajar untuk jadi rumah bagi diriku sendiri.
Cerita kita belum usai,dari laki laki yang hampir menyerah dalam bayangan semu
Tanggamus 28 Maret 2026 .M.kiko Atmaja
Komentar
Posting Komentar