Podcast Monolog Eps2 "Ternyata Setelah Putus Capek Juga ya"

Judul : Ternyata Setelah Putus, Capek Juga Ya


Halo semuanya

Apa kabar kamu hari ini?


Semoga… lebih baik dari kemarin ya

Dan kalau hari ini belum baik baik aja,nggak apa-apa. Kita pelan-pelan aja ya pulihnya.


Di episode Cerita Kita Belum Usai kali ini,

aku pengen ngobrol bareng kalian semua,lebih tepatnya, cerita tentang satu hal yang sering banget, kita kira bakal bikin lega,tapi ternyata nggak sesimpel itu.

Putus.

Kita sering mikir, “Kalau udah putus, ya udah. Selesai.bisa Bebas,Tapi kenyataannya justru setelah itu, capeknya baru mulai kerasa.

Dan mungkin kamu yang lagi ada di fase itu sekarang.kayanya episode podcast kali ini tepat sasaran deh,

So aku ga mau panjang di perolog,jadi langsung kita mulaikan aja ya,kembali dengen suara sederhana ini dipodcast Cerita Kita Belum Usai bersama aku M.kiko Atmaja Selamat mendengarkan.


Bener ga sih,Waktu kita masih di hubungan yang nggak sehat, atau yang udah nggak bahagia, kita sering banget bilang ke diri sendiri kaya...

“Aku cuma butuh selesaiin ini semua.”

“Aku bakal lebih tenang kalau sendiri.”

“Aku bakal bahagia lagi kalau dia nggak ada.”

Dan ya, itu nggak sepenuhnya salah.


Tapi yang jarang kita siapkan adalah

Setelah semuanya benar-benar selesai, ternyata yang datang bukan cuma lega.

Tapi juga sepi.Kosong.Dan capek.

Capek karena harus mulai lagi dari nol.

Capek karena harus ngebiasain hidup tanpa seseorang yang dulu selalu ada.

Capek harus mengenal orang baru lagi.

Dan yang paling capek,Adalah berdamai sama kenangan yang nggak bisa langsung hilang itu ternyata susah.


Ternyata Salah satu hal yang paling berat setelah putus itu, bukan cuma kehilangan orangnya ya.

Tapi kehilangan rutinitas,kebiasan

Yang dulu tiap pagi ngucapin“selamat pagi” sekarang udah nggak ada.

Yang dulu cerita hal kecil sekarang harus dipendem sendirian.

Yang dulu jadi tempat pulang tapi sekarang nggak tahu harus ke mana.

Dan anehnya, kita nggak cuma kangen orangnya,Kita juga kangen kebiasaannya.

Kaya,Kangen nunggu chat dari dia

Kangen denger suaranya.

Kangen hal-hal kecil yang dulu kita anggap biasa.

Dan di titik itu,kita mulai sadar

Ternyata kita bukan cuma kehilangan seseorang.Tapi juga kehilangan versi diri kita yang ada saat sama dia.


Bener gak sih,

Setelah putus, ada satu hal yang paling melelahkan?

Yaitu Nahan diri.

Nahan buat nggak nge-chat.

Nahan buat nggak stalking.

Nahan buat nggak balik lagi ke tempat yang sama.


Karena jujur aja Move on itu bukan soal lupa.

Tapi soal milih untuk nggak kembali, setiap hari Dan itu capek,buat dada serasa sesak.

Capek harus terus kuat, padahal hati masih pengen.

Capek harus kelihatan baik-baik aja di luar, padahal di dalam berantakan banget.


Dan kadang kita juga capek sama diri sendiri,kaya kita menyalahkan diri kita dan berkata,

Kenapa masih kepikiran?

Kenapa belum bisa lepas?

Kenapa masih berharap?

Padahal logika udah bilang selesai.


Setelah putus, biasanya kepala kita jadi lebih berisik, pertanyaan pertanyaan itu muncul di kepala,Mulai dari,

“Apa aku kurang baik?”

“Kenapa dia bisa berubah?”

“Apa semuanya salahku?”

“Atau dia emang nggak pernah serius?”


Dan kita muter di pertanyaan yang sama lagi dan lagi.Padahal nggak semua hal butuh jawaban,Dan nggak semua luka bisa dijelaskan dengan logika.


Kadang sesuatu yang berakhir itu bukan karena kamu kurang,Tapi karena memang nggak cocok aja,

Dan jujur itu bukan hal yang gampang diterima.


Makanya capek,Capek mikir.

Capek nyari makna dari sesuatu yang sebenarnya udah selesai.


Yang sering kita lupa adalah

Sembuh itu proses.

Dan kita juga tau proses itu nggak enak.


Ada hari di mana kamu ngerasa udah kuat.

Udah nggak kepikiran,Udah bisa ketawa lagi.


Tapi besoknya

Tiba-tiba semuanya balik lagi.

Dan itu bikin kita ngerasa gagal.

Padahal sebenarnya nggak.


Sembuh itu bukan garis lurus.

Kadang maju.

Kadang mundur.

Kadang diem di tempat.

Dan semuanya valid.


Capek? Iya.

Tapi bukan berarti kamu salah jalan kan.


Tau ga,Di tengah semua rasa capek itu ada satu hal yang pelan-pelan harus kita pelajari yaitu Berdamai,Bukan sama dia,Tapi sama diri sendiri.

Berdamai dengan kenyataan bahwa Nggak semua yang kita perjuangkan harus kita miliki,

Berdamai dengan kenangan tanpa harus mengulang.

Dan yang paling penting Berdamai dengan versi diri kita yang dulu.


Yang mungkin terlalu berharap.

Yang mungkin terlalu bertahan.

Yang mungkin terlalu cinta.

Karena pada akhirnya,Dia cuma bagian dari cerita,Bukan tujuan akhir.


Kalau kamu lagi ada di fase ini,

Fase capek setelah putus,Aku cuma mau bilang:

Perasaan kamu valid.

Capek itu wajar.

Sedih itu manusiawi.

Dan butuh waktu itu bukan kelemahan.


Kamu nggak harus buru-buru sembuh.

Nggak harus langsung bahagia.

Nggak harus pura-pura kuat.

Yang penting kamu tetap jalan,

Pelan-pelan aja ya.


Karena suatu hari nanti Kamu bakal bangun dan sadar,

Bahwa rasa itu udah nggak seberat dulu,Dan di titik itu,Kamu akan ngerti


Ternyata semua capek ini

Nggak sia-sia.


Terima kasih sudah bertahan sejauh ini.

Dan… terima kasih sudah dengerin.

Sampai ketemu di cerita berikutnya ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gema Takbir tanpa ayah dan ibu

Monolog ( Belum Siap Melepaskan Kita )

Monolog ( Diantara Luka Dan Tak Beranjak )