Monolog ( Pengkhianat Di Ujung Doa )
Judul: Pengkhianatan di Ujung Doa.
Aku pernah percaya bahwa cinta yang diselipkan dalam doa,
akan dijaga langsung oleh langit.
Dan Aku pernah yakin itu.
setiap nama yang kusebut dalam sujudku,
akan menjadi takdir yang tak mungkin salah arah.
Dan namamu adalah yang paling sering kusebut,
bukan hanya saat aku rindu,
tapi saat aku takut kehilangan kamu
bahkan sebelum kehilangan itu datang.
Aku ini sederhana,aku tidak pernah meminta kamu sempurna.
Aku hanya meminta kamu tetap tinggal disini,
Diruang sepi yang pernah di tinggalkan sama kisah masa lalu.
Dan aku berharap kamu Tetap memilihku,meskipun dunia menawarkan banyak hal yang lebih indah dari aku.
Tapi ternyata,yang sederhana itu justru yang paling sulit kamu lakukan.hehe
Setiap malam aku berdoa,
“Ya Tuhan, jaga dia untukku.”
Lucu ya,
aku meminta Tuhan menjagamu,
sementara kamu diam-diam melepaskan diri kamu dari genggaman aku.
Aku menguatkan hubungan ini dengan doa,
sementara kamu menghancurkannya dengan pilihan.
Aku menjaga namamu di setiap sujudku,
sementara kamu menyebut nama orang lain di belakang aku.
Aku gak pernah tahu,
bahwa pengkhianatan bisa terasa sepelan ini.
Tidak datang seperti badai melainkan seperti retakan kecil,
yang diam-diam menghancurkan seluruh fondasi yang sudah aku bangun dengan rasa yakin
Dan yang lebih menyakitkan aku tetap berdoa untuk kita.
Ada pertanyaan kecil yang muncul di isi kepalaku.
Apa aku salah?
Apa aku terlalu tulus?
Atau aku terlalu percaya?
Aku bahkan tidak pernah curiga
karena aku pikir,orang yang aku bawa dalam doa,tidak mungkin menjadi luka.
Tapi ternyata,doa tidak selalu menjamin seseorang tetap setia
doa ternyata hanya menjaga hatiku,Tidak dengan hatimu.
Aku masih ingat,betapa sering aku memohon,
agar hubungan ini dijauhkan dari orang ketiga.
Dan ironisnya orang ketiga itu,
justru kamu izinkan masuk
saat aku sedang memohon agar dia dijauhkan.
Kamu tahu yang paling sakit itu apa?
Bukan saat aku tahu kamu selingkuh.
Bukan saat aku melihat bukti-bukti itu nyata.
Tapi saat aku sadar,aku masih menyebut namamu dalam doa,setelah kamu mengkhianatiku.
Betapa bodohnya aku,mendoakan seseorang
yang bahkan tidak menjaga perasaanku.
Betapa lucunya aku,
meminta Tuhan menjaga hubungan ini,
sementara kamu sendiri yang merusaknya.
Aku berlutut menangis dalam sujudku
meminta agar kamu kembali
Padahal kamu bahkan tidak pernah benar-benar tinggal.
Sekarang aku mengerti,
Tidak semua yang kita doakan,
ditakdirkan untuk kita miliki.
Dan tidak semua yang kita perjuangkan,
akan berakhir dengan bahagia.
Kadang,doa hanya menjadi cara Tuhan untuk menunjukkan siapa yang pantas dipertahankan,
dan siapa yang harus dilepaskan.
Mungkin selama ini aku salah bukan karena mencintaimu,
tapi karena menganggapmu sebagai jawaban dari semua doaku.
Padahal kamu hanyalah ujian,
yang dibungkus dengan rasa yang terlalu indah.
Sekarang aku masih berdoa.
Tapi bukan lagi untuk kita.
Aku berdoa agar hatiku sembuh dari luka yang kamu tinggalkan.
Agar aku tidak lagi menyebut namamu dalam setiap sujudku.
Dan Aku berdoa agar suatu hari nanti
aku menemukan seseorang
yang tidak hanya hadir dalam doaku.
Tetapi juga menjaga dirinya untuk tetap tinggal di sisiku.
Karena cinta seharusnya tidak hanya diperjuangkan dalam doa.
Tapi dijaga dalam kenyataan.
Dan kamu gagal melakukan itu.
Cerita Kita Belum Usai,Dari Sebuah Penghianatan Di Ujung Do'a
Tanggamus 29 Maret 2026 M.kiko Atmaja
Komentar
Posting Komentar