Dari laki laki yang hampir menyerah dari bayangan semu
Judul : Belajar Sembuh dari Cinta yang Tidak Pernah Ada.
Aku pernah berpikir,
kalau semua yang aku rasakan itu adalah nyata.
Kalau semua perhatian itu adalah tulus.
Kalau semua kata-kata itu adalah berarti.
Dan yang paling bodoh dalam hidup aku adalah,
aku percaya dan aku berpikir, kamu juga merasakan hal yang sama.
Awalnya sederhana,Kita hanya dua orang asing
yang dipertemukan oleh waktu,
dan obrolan yang tidak kita sengaja.
Tidak ada rencana,Tidak ada niat.
Tapi entah kenapa,semua terasa begitu cepat.
Kamu hadir,dengan cara yang tidak pernah aku duga.
Kamu mendengarkan.
Kamu mengerti.
Dan Kamu selalu ada di saat aku butuh seseorang.
Dan dari situ aku mulai jatuh kepadmu,
Pelan-pelan, tanpa sadar.
Aku mulai menunggu pesan darimu walau hanya pesan sederhana,
Mulai menghafal cara kamu bicara.
Mulai merasa,kamu adalah sesuatu yang penting dalam hidup aku.
Sesuatu yang tidak ingin,
aku merasa kehilanganmu.
Hey...Kamu tau dari semua itu,
aku mulai membangun harapan.
Harapan yang tidak pernah kamu janjikan.
Sedangkan Aku mengartikan perhatianmu sebagai cinta.
Aku menganggap kehadiranmu sebagai kepastian.
Padahal,aku hanya membaca sesuatu yang tidak pernah kamu tulis.
Sampai akhirnya aku sadar,
Kamu tidak pernah mencintaiku.
Kamu hanya nyaman.
Kamu hanya butuh seseorang untuk teman bicara.
Kamu hanya,tidak ingin sendiri.
Dan kebetulan aku ada.
Dan bodohnya Aku terlalu dalam memaknai sikapmu kepadaku,
Terlalu percaya.
Terlalu berharap pada sesuatu yang tidak pernah nyata.
Aku ingat malam itu,
Saat aku mulai bertanya pada diriku sendiri,
Kenapa hanya aku yang berusaha?
Kenapa hanya aku yang menunggu?
Kenapa hanya aku yang peduli?
Dan jawabannya sederhana.
Karena hanya aku yang jatuh cinta.sedangkan kamu tidak.
Jujur Itu sakit.
Bukan karena kamu pergi,
tapi karena aku sadar,
Kamu tidak pernah benar-benar datang.
Aku seperti berlari mengejar bayangan semu.
Semakin aku kejar,semakin menjauh.
Dan disaat aku mulai berhenti,akupun tersadar.
Tidak ada siapa-siapa di sana.
Aku marah, pada diriku sendiri.
Kenapa aku bisa sebodoh itu?
Kenapa aku bisa percaya begitu saja?
Kenapa aku mencintai seseorang
yang bahkan tidak pernah memilih aku?
Hari-hari setelah itu begitu berat.
Aku mencoba menjauh,
tapi bayanganmu selalu ada.
Aku mencoba melupakan,
tapi kenangan kita terlalu sering muncul.
Aku rindu,BUKAN kamu.
Tapi versi kamu yang aku ciptakan di kepalaku.
Sampai suatu hari,aku lelah.
Lelah berharap.
Lelah menunggu.
Lelah mencintai sendirian.
Dan untuk pertama kalinya,
aku memilih untuk berhenti.
Aku berhenti menghubungimu.
Aku berhenti mencari tahu tentang kamu
Dan Aku berhenti,memberi ruang di hatiku untuk kamu.
Awalnya,sepi.Sangat sepi.
Tapi di kesepian itu,
aku mulai menemukan sesuatu.
Dari Diriku sendiri.
Aku mulai sadar,
Selama ini aku terlalu sibuk mencintai orang lain,sampai aku lupa,mencintai diriku sendiri.
Aku terlalu fokus pada seseorang
yang tidak pernah benar-benar melihatku,
Sampai aku lupa,aku juga layak untuk dilihat.
Hari demi hari aku mulai sembuh.
Bukan karena kamu berubah.
Tapi karena aku akhirnya memilih untuk berubah.
Aku mulai menerima,
Bahwa tidak semua yang terasa nyata benar-benar Ada.
Bahwa tidak semua kedekatan adalah cinta.
Dan yang paling penting.
Tidak semua orang yang hadir.ditakdirkan untuk tetap tinggal.
Kamu tahu,Aku juga belajar satu hal lagi,
Tentang mencintai seseorang
yang bahkan tidak bisa aku miliki.
Cinta yang hanya hidup, di jarak.
Di layar dan di suara yang penuh kata-kata.
Dulu aku pikir,itu cukup.
Tapi ternyata,
cinta tidak hanya butuh rasa.
Dan cinta juga tidak hanya butuh suara,
Melainkan Cinta butuh hadir.
Dan Cinta juga butuh nyata.
Dan aku tidak bisa terus mencintai sesuatu
yang tidak bisa aku sentuh,
tidak bisa aku perjuangkan,
dan tidak bisa aku miliki.
Jadi disini aku memilih untuk melepaskan.
Bukan karena aku tidak lagi mencintai,
Tapi karena aku tahu,
cinta ini tidak akan pernah sampai ke mana-mana.
Aku tidak ingin lagi
menggenggam sesuatu yang tidak bisa aku raih.
Aku tidak ingin lagi
menunggu sesuatu yang tidak akan datang.
Aku hanya ingin hidup.
Tanpa bayanganmu.
Tanpa harapan kosong.
Kamu tau,Sekarang Aku masih ingat kamu.
Tapi tidak lagi sakit.
Aku masih ingat namamu
Tapi tidak lagi menunggu pesanmu.
Aku masih mengenang kita,
tapi tidak lagi berharap pada kita.
Karena akhirnya aku paham,
Sembuh bukan berarti melupakan.
Sembuh adalah menerima,
bahwa tidak semua cerita harus kita miliki.
Terima kasih,Untuk kamu yang pernah hadir.
Untuk kamu yang pernah membuatku merasa dicintai,
meskipun itu hanya perasaanku sendiri.
Dan sekarang,
Aku memilih untuk berjalan Sendirian,
tapi aku utuh.menjadi diri aku sendiri.
Karena aku sudah belajar,
Cara mencintai yang benar,
adalah dimulai dari diri sendiri.
Cerita kita belum usai,dari laki laki yang hampir menyerah dari bayangan semu,setelah mengerti bahwa cinta ini Tidak kemana mana.
Tanggamus,28 Maret 2026 M.kiko Atmaja
Komentar
Posting Komentar