Dialog ( Di Antara Dua Hati)
Judul : Di Antara Dua Hati
Ara : Aku capek, tahu nggak?
Bagas : Capek kenapa?
Ara : Capek pura-pura biasa aja,
padahal semuanya nggak pernah benar-benar biasa.
Bagas : Kita udah sering bahas ini, kan Ra?
Ara : Iya aku tau,tapi setiap ini dibahas, rasanya malah semakin rumit.
Bagas : Atau mungkin, kita yang bikin rumit?
Ara : Kalau memang sesederhana itu
aku pasti udah pergi dari dulu Bagas,
Bagas : Terus kenapa kamu nggak pergi?
Ara : (sedikit tertawa pahit)
Kalau aku tahu caranya,aku nggak akan ada di sini sekarang.
Bagas : Aku nggak pernah minta kamu untuk tetap tinggal
Ara : Aku tahu.Bagas
Bagas : Aku juga nggak pernah janji apa-apa kan?
Ara : Aku juga tahu itu Bagas
Bagas : Terus kenapa kamu masih di sini?
Ara : Karena aku bodoh.
Bagas : Jangan bilang gitu?
Ara : Terus harus bilang apa?Bilang,
Kalau aku pintar, aku pasti tahu batas.
Kalau aku waras, aku pasti sudah berhenti.Gitu Maksud kamu?
Bagas : Ini nggak adil buat kamu Ra,
Ara : Aku nggak peduli adil atau nggak.
Bagas : Tapi aku peduli Ra
Ara : Kalau kamu peduli,
harusnya kamu dari awal menjauh.
Bagas : Tapi aku juga nggak bisa.
Ara : Nah, itu dia masalahnya.
Kita berdua sama-sama nggak bisa Menjauh,
tapi kita juga sama-sama tahu ini salah Bagas,
Bagas : Tapi Aku nggak pernah bilang ini benar.
Ara : Tapi kamu juga nggak pernah benar-benar berhenti.
Bagas : Kamu juga iya,Ga pernah Bener Bener Berhenti
Ara : Bagas? Tapi kamu punya dia.
Bagas : .......
Ara : Seseorang yang benar-benar jelas,Seseorang yang Bener-bener nyata,
Seseorang yang bener-bener sah ada di hidup kamu.
Bagas : Jangan dibahas.
Ara : Kenapa? Sakit?
Bagas : Iya Ra.
Ara : Aku juga.
Setiap kali kamu cerita tentang dia,
aku harus pura-pura jadi pendengar yang baik.
Bagas : Aku nggak pernah bermaksud nyakitin kamu Ra
Ara : Tapi itu tetap nyakitin namanya Bagas.
Bagas : Aku tahu Ra
Ara : Nggak. kamu nggak tahu.
Kamu nggak tahu rasanya jadi “yang kedua”
tanpa pernah benar-benar diakui itu ga enak Bagas
Bagas : Aku nggak pernah nganggep kamu yang kedua.
Ara : Terus aku apa?
Bagas : aku nggak tahu harus jawab apa.
Ara : Nah. Itu jawabannya.
Bagas : Aku sayang kamu?
Ara : Jangan bilang itu Bagas
Bagas : Tapi itu kenyataannya.
Ara : Bagas kamu denger ya,kenyataan yang salah,itu akan tetap aja salah Bagas.
Kalau kamu benar-benar sayang aku,
Seharusnya kamu lepaskan aku?
Bagas : Kalau aku melepaskan kamu,
aku kehilangan kamu Berarti Araa.
Ara : Dan sekarang,
kamu pikir aku nggak kehilangan diri aku sendiri?
Bagas : aku nggak pernah minta kamu nunggu
Ara : Tapi sikap kamu bikin aku tetap berharap.
Bagas : Aku kan nggak janji apa-apa Ra
Ara : Kadang yang bikin orang bertahan
bukan janjinya
tapi tanpa kita sadari perhatian kecil yang nggak konsisten
Bagas : Aku tersiksa Ra?
Ara : Tapi kamu tetap punya tempat pulang kan?
Sedangkan Aku?Aku cuma punya kamu,tapi aku tau kalo kamu bukan milik aku.
Bagas : Aku bingung.
Ara : Aku lebih dari bingung.
Bagas : Aku terjebak.
Ara : Aku tenggelam.Hahaha bagas
Kamu pernah nggak sih,coba bayangin hidup tanpa aku?
Bagas : Pernah.
Ara : Terus ?
Bagas : Kosong.
Ara : Aku juga.
Terus kenapa kita nggak bisa bareng aja?
Bagas : Karena hidup nggak sesederhana itu Ra.
Ara : Atau... kamu yang nggak berani?
Bagas : Jangan paksa aku untuk memilih sekarang.
Ara : Aku nggak maksa,aku cuma lelah.
Aku pengen pergi Bagas?
Bagas : Pergilah kalau itu bikin kamu lebih baik.
Ara : Tapi aku nggak bisa.
Bagas : Kenapa?
Ara : Karena setiap kali aku mau Kita jauh,
aku ingat semua hal kecil tentang kamu.
Cara kamu dengerin aku,Cara kamu ngerti aku,Cara kamu menganggap aku ada itu lebih dari siapa pun.
Dan itu bikin aku balik lagi.
Bagas : Aku juga gitu Ra
Ara : Tapi kita nggak bisa terus kayak gini.
Bagas : Aku tahu.
Ara : Tapi kita juga nggak berhenti
Apa kita egois?
Bagas : Iya.
Ara : Apa kita salah?
Bagas : Iya.
Ara : Terus kenapa kita masih di sini?
Bagas : Karena, kita nggak cukup kuat untuk melepaskan.
Ara : Atau kita terlalu takut kehilangan,meskipun yang kita pegang nggak pernah benar-benar kita miliki.
Bagas : Kalau suatu hari nanti aku benar-benar pergi gimana ra ?
Ara : Jangan bilang itu.
Bagas : Dengerin dulu Ra
Kalau aku benar-benar pergi,kamu harus janji satu hal.
Ara : Apa?
Bagas : Jangan cari aku lagi ya.
Ara : Aku nggak bisa janji.
Bagas : Kenapa?
Ara : Karena dari awal,aku aja nggak pernah bisa ninggalin kamu.
Dan mungkin,ini bukan tentang siapa yang harus pergi
Tapi tentang kapan kita akhirnya
cukup lelah untuk berhenti.
Ara : (inner voice)
Kadang,
yang paling menyakitkan bukan mencintai orang yang salah.
Tapi mencintai orang yang tepat,di waktu yang salah,serta keadaan yang tidak pernah berpihak kepada kita,
Dan yang lebih menyakitkan lagi,adalah ketika kamu tahu kamu harus melepaskan,
tapi hatimu menolak untuk menuruti
Cerita Kita Belum Usai,
Tanggamus 31 Maret 2026.
M.Kiko Atmaja
Komentar
Posting Komentar