Monolog ( Dilihat atau Hilang
Judul : Dilihat Atau Hilang
Aku pernah berpikir bahwa menjadi ada itu sudah cukup,Cukup untuk dilihat,Cukup untuk dianggap,Dan Cukup untuk dicintai.
Tapi ternyata,dunia tidak bekerja seperti itu.
untuk sekadar terlihat kita harus berisik,Kita harus mencolok,Kita harus menjadi sesuatu yang bahkan bukan diri kita sendiri.
Kita melakukan banyak hal,hal kecil,hal sepele,yang diam-diam kita harap akan diperhatikan oleh satu nama yang kita pilih,Satu orang yang bahkan mungkin tidak pernah benar-benar melihat.
Aku pernah sengaja online lebih lama,
berharap namaku muncul di layar mereka,
Aku pernah mengulang-ulang kalimat sebelum mengirim pesan,berharap terdengar cukup menarik dan cukup berarti.
Dan Aku pernah tertawa lebih keras dari seharusnya,hanya agar keberadaanku tidak tenggelam di antara yang lain.
Dan yang paling menyedihkan adalah aku pernah menahan diri untuk tidak pergi,meskipun aku tahu aku tidak pernah benar-benar diminta untuk tetap tinggal.
Kita semua pernah ada di titik itu, bukan?
Di mana perhatian terasa seperti hadiah langka,
dan kita rela menjadi apa saja demi mendapatkannya.
Kita belajar membaca tanda.
Tanda Balasan chet yang lama.
Tanda Nada berbicara yang berubah.
Dan tanda Kalimat yang makin singkat.
kita dengan bodohnya,menerjemahkan semuanya sebagai teka-teki,
bukan sebagai jawaban,Padahal jawabannya sederhana,kita tidak sedang diprioritaskan (Tertawa)
Tapi ternyata kita tetap keras kepala,Kita tetap tinggal,Kita tetap memberi Perhatian,Waktu,Energi,Bahkan perasaan yang tidak pernah diminta sebelumnya.
Kita memberi,memberi harap suatu hari nanti,
semua itu akan kembali.
Seperti investasi yang kita yakini akan berbuah manis,Padahal yang kita tanam adalah hanya sebuah harapan,di tanah yang bahkan tidak pernah siap menerimanya.
Aku ingat sekali rasanya,menjadi seseorang yang selalu ada,seseorang yang Selalu siap,
Dan seseorang Selalu peduli.
Tapi kenyataannya tidak pernah benar-benar dibutuhkan.
Kamu tahu rasanya jadi pilihan kedua?
Atau bahkan bukan pilihan sama sekali?
(Tertawa) Rasanya seperti berdiri di depan cermin,berusaha menemukan apa yang terjadi,
padahal tidak ada yang salah sama sekali
Hanya saja kamu salah menempatkan sebuah harappan.
Bukankah Kita sering diajarkan untuk memberi tanpa pamrih,Untuk mencintai tanpa syarat
Untuk peduli tanpa berharap balasan.
Tapi tidak ada yang mengajarkan kita,
bagaimana rasanya ketika semua itu tidak pernah dihargai.
Tidak ada yang mengajarkan kita,
bahwa memberi terus-menerus tanpa diterima,
Itu akan membuat kita merasa kosong.
Kosong tapi tetap berpura-pura penuh (tertawa)
Kita bilang, “Aku nggak apa-apa.”
Padahal dalam hati,kita berteriak,
“Lihat aku. Tolong… lihat aku.”
Kadang aku bertanya,apakah aku benar-benar ingin mereka melihatku?
atau aku hanya takut menjadi tidak berarti?
Karena kalau tidak ada yang memperhatikan,
apa artinya semua yang kita lakukan?
Semua pesan yang kita kirim,
Semua perhatian yang kita beri,
Semua waktu yang kita korbankan,
Apakah semuanya hanya hilang begitu saja?
Atau...memang sejak awal tidak pernah dianggap ada?
(tarik napas) Ada momen di mana aku sadar,
bahwa aku tidak sedang berjuang untuk dicintai,Aku hanya sedang berjuang untuk diakui keberadaannya,Dan itu jauh lebih menyakitkan.
Karena cinta mungkin bisa ditolak,
tapi keberadaan seharusnya tidak perlu dipertanyakan.
(Lirih) Aku ada.
Aku di sini.
Aku peduli.
Kenapa itu tidak cukup?
Aku tau Jawabannya sederhana,
karena tidak semua orang melihat dengan cara yang sama kali ya.
Ada orang yang melihat kehadiranmu sebagai anugerah,Ada juga yang melihatnya sebagai kebiasaan.
Dan kita yang terbiasa memberi,
sering terjebak menjadi sesuatu yang mudah digantikan.
Sampai akhirnya kehadiran kita tidak lagi terasa spesial.
Aku pernah mencoba pergi.
Pelan-pelan menjauh,Mengurangi pesan masuk,
Mengurangi sedikit perhatian.
Aku hanya ingin tahu apakah mereka akan mencari?
Tapi yang aku temukan hanya keheningan,
Tidak ada yang berubah !
Tidak ada yang bertanya !
Tidak ada yang merasa kehilangan !
Dan saat itu aku sadar aku bukan bagian penting dari hidup mereka.
Aku hanyalah pelengkap dari sebuah bab perjalanan manusia.
Menyakitkan?iyaa
Tapi juga membebaskan,Karena untuk pertama kalinya,aku melihat kenyataan tanpa ilusi.
Bahwa tidak semua yang kita perjuangkan
layak untuk diperjuangkan.
(tarik napas dalam)
Kita sering lupa,bahwa diri kita sendiri juga butuh diperhatikan.
Kita sibuk membuat orang lain merasa dilihat,
sampai kita lupa melihat diri kita sendiri.
Kita sibuk memastikan orang lain tidak kesepian,
sampai sampai kita lupa bahwa diri kita sendiri juga butuh ditemani.
Mungkin,ini bukan tentang mereka yang tidak melihat,Mungkin ini tentang kita yang terlalu lama mengabaikan diri sendiri.
Apa gunanya terlihat oleh seseorang,
kalau kita sendiri merasa tidak terlihat oleh diri kita?
Apa gunanya diperhatikan,
kalau kita terus mengabaikan apa yang kita rasakan?
Kita tidak butuh panggung besar untuk membuktikan bahwa kita ada.
Kita tidak butuh satu nama untuk memvalidasi keberadaan kita.
Kita hanya perlu berhenti bersembunyi dari diri kita sendiri.
(hening panjang, lebih tenang)
Mungkin selama ini kita tidak benar-benar ingin dilihat oleh mereka.
Kita hanya ingin merasa berarti.
Dan kita pikir,arti itu datang dari perhatian orang lain.
Padahal,arti itu seharusnya datang dari dalam diri kita sendiri.
(senyum tipis)
Aku tidak bilang ini mudah.
Melepaskan harapan itu rasanya seperti melepaskan bagian dari diri kita sendiri.
Tapi kadang,itulah satu-satunya cara untuk kembali utuh.
(tarik napas)
Jadi kalau suatu hari kamu merasa tidak terlihat,tidak dianggap,Tidak dihargai.
ingat ini,
Kamu tidak menjadi kurang berharga,
hanya karena seseorang tidak mampu melihat nilai kamu.
Kamu tetap ada,Kamu tetap berarti.
Dengan atau tanpa mereka sama sekali.
Dan mungkin,suatu hari nanti kamu akan bertemu seseorang yang tidak perlu kamu kejar perhatiannya.
Seseorang yang melihatmu,
tanpa kamu harus berusaha terlalu keras.
Seseorang yang tidak membuatmu bertanya,
“Apakah aku cukup?”
Karena di matanya kamu sudah lebih dari sempurna.
Dan Sampai hari itu tiba,
tolong ya,
jangan hilang hanya untuk terlihat.
Karena pada kenyataannya
Kamu tidak pernah benar-benar hilang.
Kamu hanya terlalu lama berdiri di tempat
yang salah untuk dilihat.
Cerita kita belum usai,Dari Perjalanan kisah cinta yang ingin selalu terlihat.
Tanggamus 04 April 2026.M.kiko Atmaja.
Komentar
Posting Komentar